Live Streaming - 98.7 GenFM Radio

Dengerin 98.7 GenFM Radio sambil ngerjain tugas ?? di abangkafi aja..
_____________________________________________________________________________
Tampilkan postingan dengan label softskill. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label softskill. Tampilkan semua postingan

TUGAS 5

1. Pengertian Uang dan Jenisnya

Uang merupakan alat tukar dan alat pembayaran yang sah. pada masa-masa sebelumnya, pembayaran dilakukan dengan cara barter, yaitu barang ditukar dengan barang secara langsung.

Sejarah Uang

Pada jaman dahulu, jual beli dilakukan dengan sistem barter. Barter adalah perdagangan yang dilakukan dengan cara tukar menukar barang, setelah barter orang mulai menggunakan alat pembayaran yang disepakati.
Sebelum menggunakan uang, orang menggunakan barang yang tertentu sebagai alat pembayaran, misalnya kulit kerang, mutiara, batu permata, tembaga, emas, perak , manik-manik, dan gigi binatang.
Pada zaman modern uang digunakan sebagai alat pembayaran. dengan menggunakan uang, manusia berusaha memenuhi kebutuhannya.

Jenis-Jenis Uang

Jenis-Jenis uang di bagi menjadi dua yaitu:

• Uang kartal

Uang kartal adalah uang yang digunakan sebagai alat pembayaran dalam kehidupan sehari-hari. Uang kartal berupa uang logam dan uang kertas, mata uang negara kita adalah Rupiah, uang pertama yang dibuat oleh Indonesia adalah Oeang Republik Indonesia.
Lembaga yang bertugas dan mengawasi peredaran uang rupiah adalah Bank Indonesia, sedangkan perusahaan yang mencetak uang rupiah adalah Perum Peruri (Percetakan Uang Republik Indonesia).

• Uang Giral

Uang giral adalah surat berharga yang dapat diuangkan di bank atau dikantor pos. Contoh uang giral, cek, giro pos, wesel dan surat berharga.Uang giral biasanya digunakan untuk transaksi dengan nilai uang yang sangat besar.
Kegunaan uang ialah Uang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, alat penukar, alat penentu harga, dan dapat pula di tabung.

2. Pengertian Bank dan Jenisnya

bank adalah suatu badan usaha yang memiliki wewenang dan fungsi untuk untuk menghimpun dana masyarakat umum untuk disalurkan kepada yang memerlukan dana tersebut. Berikut di bawah ini adalah macam-macam dan jenis-jenis bank yang ada di Indonesia beserta arti definisi / pengertian masing-masing bank.

Jenis-Jenis Bank 

1. Bank Sentral

Bank sentral adalah bank yang didirikan berdasarkan Undang-undang nomor 13 tahun 1968 yang memiliki tugas untuk mengatur peredaran uang, mengatur pengerahan dana-dana, mengatur perbankan, mengatur perkreditan, menjaga stabilitas mata uang, mengajukan pencetakan / penambahan mata uang rupiah dan lain sebagainya. Bank sentral hanya ada satu sebagai pusat dari seluruh bank yang ada di Indonesia

2. Bank Umum

Bank umum adalah lembaga keuangan uang menawarkan berbagai layanan produk dan jasa kepada masyarakat dengan fungsi seperti menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam berbagai bentuk, memberi kredit pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan, jual beli valuta asing / valas, menjual jasa asuransi, jasa giro, jasa cek, menerima penitipan barang berharga, dan lain sebagainya.

3. Bank Perkreditan Rakyat / BPR

Bank perkreditan rakyat adalah bank penunjang yang memiliki keterbatasan wilayah operasional dan dana yang dimiliki dengan layanan yang terbatas pula seperti memberikan kridit pinjaman dengan jumlah yang terbatas, menerima simpanan masyarakat umum, menyediakan pembiayaan dengan prinsip bagi hasil, penempatan dana dalam sbi / sertifikat bank indonesia, deposito berjangka, sertifikat / surat berharga, tabungan, dan lain sebagainya.

3. Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah tindakan penguasa moneter (bank sentral) untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Perubahan jumlah uang yang beredar itu pada akhirnya akan mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Istilah kebijakan moneter banyak dipakai untuk menyebutkan seluruh tindakan yang mempengaruhi jumlah uang beredar dan harga uang (tingkat suku bunga). Sedangkan lembaga yang berwenang untuk menjalankan tindakan mempengaruhi jumlah uang yang beredar adalah bank sentral (Bank Indonesia).

Kebijakan moneter bertujuan untuk mencapai kestabilan ekonomi yang diwujudkan dalam kestabilan harga-harga barang, sehingga iklim berusaha terkondisi sedemikian rupa dan pada gilirannya tercapai peningkatan kegairahan berusaha. Tujuan kebijakan moneter meliputi hal-hal berikut:

1. Stabilitas Ekonomi

Stabilitas ekonomi adalah suatu keadaan di mana pertumbuhan ekonomi berlangsung secara terkendali dan berkelanjutan. Artinya, pertumbuhan arus barang/jasa dan arus uang berjalan seimbang.

2. Kesempatan Kerja

Kesempatan kerja akan meningkat bila produksi meningkat. Peningkatan produksi biasanya diikuti dengan perbaikan nasib para karyawan ditinjau dari segi upah maupun keselamatan kerja. Perbaikan upah dan keselamatan kerja akan meningkatkan taraf hidup karyawan dan pada akhirnya kemakmuran dapat tercapai.

3. Kestabilan Harga

Kestabilan harga ditandai dengan stabilitas harga barang dari waktu ke waktu. Harga yang stabil menyebabkan masyarakat percaya bahwa membeli barang pada tingkat harga sekarang sama dengan tingkat harga yang akan datang, atau daya beli uang dari waktu ke waktu adalah sama.

4. Neraca Pembayaran Internasional

Neraca pembayaran dapat dikatakan dalam keadaan seimbang bila jumlah nilai barang yang diekspor sama dengan nilai barang yang diimpor. Untuk mendapatkan neraca pembayaran yang seimbang, pemerintah sering menjalankan kebijakan moneter. Misalnya, dengan melakukan devaluasi.

4. Arsitektur Perbankan

Arsitektur Perbankan Indonesia (API) merupakan suatu kerangka dasar sistem perbankan Indonesia yang bersifat menyeluruh dan memberikan arah, bentuk, dan tatanan industri perbankan untuk rentang waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan. Arah kebijakan pengembangan industri perbankan di masa datang yang dirumuskan dalam API dilandasi oleh visi mencapai suatu sistem perbankan yang sehat, kuat dan efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Berpijak dari adanya kebutuhan blue print perbankan nasional dan sebagai kelanjutan dari program restrukturisasi perbankan yang sudah berjalan sejak tahun 1998, maka Bank Indonesia pada tanggal 9 Januari 2004 telah meluncurkan API sebagai suatu kerangka menyeluruh arah kebijakan pengembangan industri perbankan Indonesia ke depan. Peluncuran API tersebut tidak terlepas pula dari upaya Pemerintah dan Bank Indonesia untuk membangun kembali perekonomian Indonesia melalui penerbitan buku putih Pemerintah sesuai dengan Inpres No. 5 Tahun 2003, dimana API menjadi salah satu program utama dalam buku putih tersebut.


Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://oziekonomi.wordpress.com
http://syadiashare.com/pengertian-uang-dan-jenis-jenis-uang.html
Buku Ekonomi Akutansi Kelas 3 penerbit Erlangga.
Read More...

TUGAS 4

1. Pengertian Pasar

adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa.Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli. Syarat terjadinya transaksi adalah ada barang yang diperjual belikan, ada pedagang, ada pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun .

2. Jenis-Jenis Pasar

Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya. Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak nyata(abstrak). Maka kita lihat penjabaran berikut ini:

*Pasar Nyata.

Pasar nyata adalah pasar diman barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.

*Pasar Abstrak.

Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.Jenis pasar menurut cara transaksinya. Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.

*Pasar Tradisional

Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.

*Pasar Modern

Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.
Jenis – Jenis Pasar menurut jenis barangnya. Beberapa pasar hanya menjual satu jenis barang tertentu , misalnya pasar hewan,pasar sayur,pasar buah,pasar ikan dan daging serta pasar loak.
Jenis – Jenis Pasar menurut keleluasaan distribusi. Menurut keluasaan distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi:

-Pasar Lokal
-Pasar Daerah
-Pasar Nasional dan
-Pasar Internasional 

3. Metode Penghitungan Pendapatan nasional

Ada tiga cara perhitungan pendapatan nasional yaitu metode output, metode pendapatan, dan metode pengeluaran. Masing-masing metode melihat pendapatan nasional dari sudut pandang yang berbeda, tetapi hasilnya saling melengkapi.

a. Metode Output atau Metode Produksi

Menurut metode ini, PDB adalah total output yang dihasikan oleh suatu perekonomian. Yang dimaksud niali tambah adalah selisih antara nilai output dengan nilai input antara :

NT = NO – NI Dimana : NT = nilai tambah
NO = nilai output
NI = nilai input antara 

b. Metode Pendapatan 

Metode pendapatan memandang, nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang di gunakan dalam proses produksi.

Q – f(L,K,U,E) Dimana : Q = output
L = tenaga kerja 
K = barang modal
U = uang / financial 
E = kewirausahaan

c. Metode Pengeluaran 

Menurut metode pengeluaran, nilai PDB merupakan nilai total pengeluaran dalam perekonomian selain periode tertentu.
Nilai PDB berdasarkan metode pengeluaran adalah nilai total lima jenis pengeluaran tersebut:

PDB + C+G+I+(X-M) Dimana : C = konsumsi rumah tangga 
G = pengeluaran pemerintah
I = PMTDE
X = ekspor
M = impor


4. Masalah perhitungan pendapatan nasional 

a. Perhitungan PDB dan Analisis Kemakmuran

Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu negara,dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk.Angka tersebut dikenal sebagai angka PDB per kapita.Biasanya semakin tinggi PDB kemakmuran rakyat dianggap makin tinggi.

Kelemahan dari pendekatan diatas adalah tidak terlalu memperhatikan aspek distribusi pendapatan. Faktor utama pemicu gejalas diatas adalah masalah distribusi pendapatan.

b. Perhitungan PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial

Perhitungan PDB maupun PDB per kapita juga dapat digunakan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan sosial suatu masyarakat.Umumnya ukuran tingkat kesejahteraan yang dipakai adalah tingkat pendidikan,kesehatan dan gizi,kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik. Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya dimensi nonmaterial.Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan fisik/materi yang dapat diukur dengan nilai uang.

c. PDB Per Kapita dan Masalah Produktivitas

Sampai batas-batas tertentu,angka PDB per kapita dapat mencarminkan tingkat produktivitas suatu negara. Untuk memperoleh perbandingan produktivitas antarnegara,ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan :

1. Jumlah dan komposisi penduduk : Bila jumlah penduduk makin besar,sedangkan komposisinya sebagian besar adalah penduduk usia kerja (15-64thn) dan berpendidikan tinggi (>SLA),maka tingkat output dan produktivitasnya dapat makin baik.

2. Jumlah dan struktur kesempatan kerja : Jumlah kesempatan kerja yang makin besar memperbnyak penduduk usia kerja yang dapat terlibat dalam proses produksi.Tetapi komposisi kerja pun mempengaruhi tingkat produktifitas.

3. Faktor-faktor nonekonomi : yang tercakup dalam faktor-faktor nonekonomi antara lain etika kerja,tata nilai,faktor kebudayaan dan sejarah perkembangan.

d. Penghitungan PDB dan Kegiatan-kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground Economy)

Angka statistika PDB indonesia yang dilaporkan BPS hanya mencatat kegiatan-kegiatanekonomi formal.DInegara-negara berkembang,keterbatasan kemampuan pencatatan lebih disebabkan oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih didominasi oleh kegiatan pertanian dan informal.


Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://oziekonomi.wordpress.com
Buku Ekonomi Kelas 3 penerbit Erlangga.
Read More...

TUGAS 3

1. Pengertian Produsen

adalah orang yang menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebetuhan adalah konsumen.

2. Fungsi Produksi

Bagian produksi adalah suatu bagian yang ada pada perusahaan yang bertugas untuk mengatur kegiatan-kegiatan yang diperlukan bagi terselenggaranya proses produksi. Dengan mengatur kegiatan itu maka diharapkan proses produksi akan berjalan dengan lancar dan hasil produksinya pun akan bermutu tinggi sehingga dapat diterima oleh pemakainya.
Bagian produksi dalam menjalankan tugasnya tidaklah sendirian, akan tetapi bersama-sama dengan bagian – bagian lain seperti bagian pemasaran, bagian keuangan serta bagian akuntansi. Oleh karena itu perlu diadakan koordinasi kerja, agar semua bagian dapat berjalan dengan beiringan, sehingga akan mencegah terjadinya benturan – benturan antar bagian.
Tanpa adanya perencanaan yang matang, pengaturan yang bagus serta pengawasan yang baik saja pun akan mengakibatkan jeleknya hasil produksi. Di samping hasil produksi yang harus bagus kwalitasnya, ternyata harus di pikirkan juga agar jangan sampai terjadi hasil produksinya bagus tapi ongkos yang diperlukan untuk memproduksinya terlalu besar.
Biaya produksi yang terlalu tinggi akan berakibat harga pokok produksinya menjadi besar dan hal ini akan mengakibatkan tingginya harga jual produk, sehingga akan tidak terjangkau oleh konsumen. Inilah yang merupakan tugas dari bagian produksi. Tugas-tugas tersebut akan dapat terlaksana dengan baik dengan mengacu pada pedoman kerja tertentu.
Pedoman kerja yang harus menjadi arah kerja bagi bagian produksi dapat dirumuskan dalam empat hal yaitu :
1. Tepat Jumlah
2. Tepat Mutu
3. Tepat Waktu
4. Tepat Ongkos/Harga

Jumlah produk yang dihasilkan sebaiknya direncanakan dengan baik agar tidak terlalu banyak ataupun terlalu sedikit. Bila produksi terlalu banyak tentu saja akan mengakibatkan bertumpuknya hasil produksi di gudang. Hal ini akan mengakibatkan disamping barang tersebut akan mengalami kerusakan dalam penyimpanannya, maka penumpukan tersebut berarti banyak modal yang tertanam dalam barang jadi itu berhenti dan menjadi kurang efektif.
Dengan pedoman pada empat hal tersebut maka bagian produksi akan dapat mencapai sasarannya dengan baik. Keempat hal tersebut dapat dikenal dengan mudah sebagai “empat tepat”.

Adapun tugas tersebut secara garis besarnya dapat kita bagi menjadi beberapa macam yaitu :

1. Perencanaan Produk
2. Perencanaan Luas Produksi
3. Perencanaan Lokasi Pabrik
4. Perencanaan Layout Mesin-mesin Pabrik
5. Perencanaan Bahan Baku
6. Pengaturan Tenaga Kerja
7. Pengawasan Kwalitas Sumber

3. Macam-Macam Biaya

Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi.

Macam-macam Biaya (cost)

Biaya Pabrikasi :

*Biaya Langsung : Biaya yang langsung dalam proses produksi suatu barang, bahan baku, dll.

*Biaya Tidak Langsung : Biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi

Biaya Non-pabrikasi :

*Biaya Pemasaran yaitu biaya yang diperlukan untuk memperoleh pesanan dan menyediakan produk bagi pelanggan

*Biaya Administrasi yaitu biaya yang dibutuhkan untuk mengelola organisasi dan menyediakan dukungan bagi karyawan

Departemen :

*Common Cost (Biaya bersama) yaitu biaya yang berasal dari penggunaan fasilitas atau jasa oleh dua departemen atau lebih.

*Joint Cost (Biaya Gabungan) yaitu biaya yang terjadi dalam proses produksi yang menghasilkan dua atau lebih produk jadi.

Periode Akuntansi :

*Capital Expenditure (Belanja Modal) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh manfaat lebih dari satu periode akuntansi.

*Revenue Expenditure (Pengeluaran Pendapatan) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh manfaat pada periode akuntansi yang sama dan dicatat sebagai beban.


4. Penerimaan/keuntungan dapat dibagi menjadi :

a. Penerimaan Total (Total Revenue : TR).

Yaitu total penerimaan dari hasil penjualan.Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakan suatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding (Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual.
Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukan sendiri harga barang yang dijualnya, dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dan substansi).

b. Penerimaan Marjinal (Marginal Revenue : MR).

Yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output.
Dalam pasar persaingan sempurna, MR ini adalah konstan dan sama dengan harga (P), dan berimpit dengan kurva AR atau kurva permintaan, bentuk kurvanya horizontal.
Dalam pasar persaingan tidak sempurna, MR menurun dari kiri atas kekanan bawah dan nilainya dapat berupa :
Positif (Keuntungan), Sama dengan nol (Balik modal), atau Negatif (Rugi).

c. Penerimaan Rata-rata (Average Revenue :AR).

Yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.


Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://oziekonomi.wordpress.com
Buku Ekonomi Kelas 3 penerbit Erlangga.
Read More...

Macam-Macam Elastisitas (Tugas 2)

Elastisitas harga terdiri dari :

a. Elastisitas permintaan

Elastisitas permintaan adalah kepekaan permintaan terhadap perubahan harga. Elastisitas permintaan terhadap harga mengukur seberapa banyak kuantitas permintaan atas suatu barang berubah mengikuti perubahan harga barang tersebut.

Macam-macam elastisitas permintaan:

a. Permintaan elastis, Ed > 1
b. Permintaan inelastis, Ed < 1
c. Permintaan elastis sempurna, Ed = ~
d. Permintaan elastis uniter, E = 1
e. Permintaan inelastis sempurna, E = 0

Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitan Permintaan :

a. Intensitas kebutuhan
b. barang substitusi
c. penghasilan konsumen
d. perbandingan pendapatan dan harga

2. Elastisitas penawaran

Elastisitas penawaran mengukur seberapa banyak kuantitas penawaran atas suatu barang berubah mengikuti perubahan harga barang tersebut. Adanya perubahan harga berpengaruh pada tingkat penawaran. Begitu juga sebaliknya. Berarti elastisitas penawaran menunjukan perbandingan antara perubahan relatif jumlah barang atau jasa yang ditawarkan dengan perubahan harga.

Elastisitas penawaran terdiri dari:

a. Penawaran elastis, Es > 1
b. Penawaran inelastis, Es < 1
c. Penawaran elastis uniter, Es = 1
d. Penawaran elastis sempurna, Es = ~
e. Penawaran inelastis sempurna, Es = 0

Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran:

a. Kapasitas produksi
b. Jumlah persediaan
c. Jangka waktu produksi
d. Daya tahan penyimpanan



Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://oziekonomi.wordpress.com
Buku Ekonomi Kelas 2 penerbit Erlangga.
Read More...

Definisi Elastisitas (Tugas 2)

Elastisitas mengukur seberapa besar perubahan jumlah permintaan dan penawaran yang terjadi akibat perubahan harga. Untuk menghitung sejauh mana permintaan bereaksi terhadap perubahan harga, digunakan konsep elastisitas. Elastisitas penting artinya bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan yang paling tepat. Tepat tidaknya kebijakan penentuan suatu barang atau jasa sangat memerlukan pemahaman konsep elastisitas.

Dalam ilmu ekonomi, elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.




Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://oziekonomi.wordpress.com
Buku Ekonomi Kelas 2 penerbit Erlangga.
Read More...

Pendekatan Kardinal dan Ordinal (Tugas 2)

A. Teori Kardinal

Teori ini menyatakan bahwa kegunaan dasar dapat dihitung secara nominal. Satuan ukuran kegunaan (utility) adalah util. Keputusan untuk mengonsumsi suatu barang berdasarkan perbandingan antara manfaat yang diperoleh dengan biaya yang harus dikeluarkan. Tokohnya adalah ahli ekonomi aliran subjektif dari Austria seperti: Gosssen, Yeavon, dan Leon Walras. 

Dalam pendekatan kardinal yang digunakan adalah pendekatan Guna Batas (Marginal Utility, MU). MU adalah tambahan kepuasan sebagai akibat bertambahnya satu satuan barang yang dikonsumsi. Semakin banyaknya barang yang dikonsumsi maka daya guna marginal (tambahan kepuasan) semakin berkurang, bahkan setelah mencapai titik tertentu menjadi negatif.

Marginal Utility ini diturunkan menjadi Total Utility, di mana Total Utility menunjukan jumlah kepuasan yang diperoleh dari mengonsumsi berbagai jumlah barang.

Asumsi pendekatan kardinal:

  • Kepuasan bisa diukur
  • Konsumen rasional, artinya konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
  • Diminishing marginal utility, artinya tambahan utilitas yang diperoleh konsumen semakin menurun dengan bertambahnya konsumsi dari komoditas tersebut.
  • Pendapatan konsumen tetap
  • Constant marginal utility of money, artinya uang mempunyai nilai subjektif yang tetap.
  • Total utility, adalah addtive dan independent. Addtive artinya daya guna dari sekumpulan barang adalah fungsi dari kuantitas masing-masing barang yang dikonsumsi. Sedangkan independent mengandung pengertian bahwa data guna Xi tidak dipeengaruhi leh tindakan mengonsumsi barang, dan sebaliknya.

B. Teori Ordinal

Menurut teori ini, kegunaan tidak dapat dihitung, hanya dapat dibandingkan. Dasar pemikiran dari pendekatan ini adalah semakin banyak barang yang dikonsumsi semakin memberikan kepuasan terhadap konsumen.

Asumsi pendekatan ordinal:

  • Konsumen rasional
  • Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan urutan besar kecilnya daya guna
  • Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu
  • Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum
  • Konsumen konsisten
  • Berlaku hukum transitif


Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://oziekonomi.wordpress.com
Buku Ekonomi Kelas 2 penerbit Erlangga.
Read More...

Pengertian Perilaku Konsumen (Tugas 2)

Seorang ekonom Jerman bernama Engel mengemukakan hukumnya: “Semakin kecil pendapatan seseorang maka akan semakin besar bagian pendapatannya untuk konsumsi dan sebaliknya”. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi adalah pendapatan, harga barang, kebiasaan, adat istiadat, mode barang, adanya barang sustitusi.

Tujuan yang ingin dicapai konsumen adalah kepuasan maksimum. Perilaku konsumen timbul akibat adanya kendala keterbatasan pendapatan di satu sisi dan adanya keinginan untuk mengkonsumsi barang dan jasa sebanyak-banyaknya agar diperoleh kepuasan maksimal di sisi yang lainnya.

1. Barang

Barang adalah benda dan jasa yang dikonsumsi untuk memperoleh manfaat atau kegunaan. Barang yang dikonsumsi mempunyai sifat semakin banyak dikonsumsi, maka semakin besar manfaat yang diperoleh.

2. Utilitas

Utilitas (utility) adalah manfaat yang diperoleh karena mengonsumsi barang, utilitas merupakan ukuran manfaat suatu barang dibanding dengan alternatif penggunanya. Utilitas digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh konsumen.

3. Hukum pertambahan manfaat yang makin menurun (The law of Diminishing Marginal Utility)

Pada awalnya penambahan konsumsi suatu barang akan memberi tambahan utilitas yang besar, tapi semakin lama pertambahan itu bukan semakin menurun, bahkan menjadi negatif.

Hukum Gossen I: nilai guna suatu barang jika dikonsumsikan terus-menerus mulua-mula meningkat dan secara perlahan-lahan akan menurun dan akhirnya akan terjadi kejenuhan (kepuasan vertikal = dengan1 jenis barang).

Hukum Gossen II: konsumen akan memuaskna kebutuhannya dalam intensitas yang sama. (kepuasan horizontal = dengan berbagai jenis barang).

4. Konsistensi Preferensi (Transitivity)

Konsep preferensi berkaitan dengan kemamouan konsumen menyusun prioritas pilihan agar dapat mengambil keputusan. Minimal ada dua sikap yang berkaitan dengan preferensi konsumen, yaitu lebih suka (prefer) dan atau sama-sama disukai (indifference).



Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://oziekonomi.wordpress.com
Buku Ekonomi Kelas 2 penerbit Erlangga.
Read More...

Definisi Masalah Pokok Ekonomi (Tugas 1)

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang terbatas untuk mencapai kemakmuran. Ilmu ekonomi merupakan ilmu memilih, karena mempelajari perilaku manusia dalam menentukan pilihannya. Ilmu ekonomi mempelajari perilaku individu dan masyarakat dalam menentukan pilihan untuk menggunakan sumber-sumber daya yang langka (dengan dan tanpa uang), dalam upaya meningkatkan kualitas hidupnya.

Ilmu ekonomi muncul karena karena adanya problem/permasalahan ekonomi. problem/msalah ekonomi tersebut adalah adanya kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan alat pemuas kebutuhan sangat terbatas. Masalah pokok ekonomi klasik yaitu 5W & 1H. Sedangkan masalah pokok ekonomi modern adalah:

1 What

Yaitu menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, berapa jumlah yang harus diproduksi.

2 How

yaitu bagaimana cara seorang produsen menentukan tingkat produksi, dan memilih serta menggunakan faktor-faktor produksi yang meminimumkan biaya dan memaksimumkan keuntungan baginya.

3 For Whom

yaitu untuk siapa barang dan jasa tersebut diproduksi, bagaimana distribusi pendapatan untuk masing-masing pemilik faktor produksi.


Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://oziekonomi.wordpress.com
Buku Ekonomi Kelas 2 penerbit Erlangga.
Read More...

Pengertian dan Hukum Permintaan Serta Penawaran (Tugas 1)

A] Permintaan

adalah keinginan konsumen membeli suatu barang pada tingkat harga selama periode waktu tertentu. Macam-macam permintaan:
a. Permintaan efektif (efective demand)
b. Permintaan potensial (potensial demand)
c. Permintaan mutlak (absolute demand)

Hukum permintaan pada dasarnya merupakan hipotesa yang menjelaskan tentang pengaruh harga terhadap kegiatan permintaan. Bunyi hukum permintaan: “Jika harga barang atau jasa semakin rendah maka jumlah permintaan terhadap barng atau jasa tersebut cenderung meningkat dan sebaliknya jika haraga barang atau jasa meningkat maka jumlah permintaan barang atau jasa cenderung turun”.

B] Penawaran

Penawaran adalah jumlah barang yang produsen ingin tawarkan (jual) pada berbagai tingkat harga selama satu waktu tertentu. Berbeda dengan hukum permintaan, dalam hukum penawaran disebutkan bahwa “Kenaikan harga suatu barang atau jasa akan mengakibatkan meningkatkan kegiatan penawaran terhadap barang atau jasa tersebut. Sebaliknya, jika harga semakin rendah maka timbul kecenderungan terhadap barang atau jasa tersebut juga berkurang”.



Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://oziekonomi.wordpress.com
Buku Ekonomi Kelas 2 penerbit Erlangga.
Read More...

Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Dan Penawaran (Tugas 1)

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi permintaan suatu barang atau jasa, yaitu:
1. Harga barang itu sendiri
2. Harga barang lain yang terkait
3. Tingkat pendapatan
4. Selera atau kebiaaan
5. Jumlah penduduk
6. Perkiraan haraga di masa depan

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi permintaan, diantaranya:

1. Harga barang itu sendiri
2. Harga barang yang terkait
3. Harga faktor produksi
4. Biaya produksi
5. Teknologi produksi
6. Jumlah pedagang
7 Kebijakan pemerintah


Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://oziekonomi.wordpress.com
Buku Ekonomi Kelas 2 penerbit Erlangga.
Read More...
  • description

::: Video Gallery

Kumpulan video-video tentang perkembangan pengetahuan teknologi di dunia. Video yang ada berasal dari berbagai sumber.

My Videos

  • Titel Here
    Short Description for your post
    • Titel Here
      Short Description for your post
      • Facebook
        Social networking is much-loved by those people in the world.
        • Google Chrome
          Runs web pages and applications with lightning speed.
          • Link Ads
            Mau pasang iklan ?, email aja ke xafi.hernandez@gmail.com
            • Link Ads
              Mau pasang iklan ?, email aja ke xafi.hernandez@gmail.com
              • Link Ads
                Mau pasang iklan ?, email aja ke xafi.hernandez@gmail.com
  • Gunadarma University
    Gunadarma University awarded as The Best Private in Indonesia.
    • Facebook
      Social networking is much-loved by those people in the world.
      • SOTOJI
        Soto Jamur Instan, Soto jamur lezat tinggi kandungan serat & protein nabati.